Ortopedik & Traumatologi

RS Panti Rapih melayani penggantian sendi lutut dan pinggul, pelurusan tulang belakang, serta peyambungan tulang.

Urologi

Unit bedah urologi melayani tembak batu ginjal dengan ESWL dan penanganan batu ginjal dengan metode PCNL.

Kesehatan Ibu dan Anak

Pelayanan yang bertujuan untuk mengoptimalkan luaran ibu dan bayi dengan pengamatan kehamilan berkelanjutan untuk mencapai “Healthy Mother and Healthy Baby”

testing testing
Kreatinin

Pasien yang menderita penyakit ginjal kronis tentunya tidak asing dengan istilah kreatinin. Begitu juga pasien yang mengecek fungsi ginjalnya tentunya pernah mendengar kata kreatinin ini. Namun, mereka tentunya ingin mengetahui lebih detail lagi apakah sebetulnya kreatinin itu, bagaimana fungsinya dan pada keadaan apa saja kadar kreatinin dalam darah meningkat ?



Apakah kreatinin itu?

Kreatinin merupakan hasil penguraian kreatin fosfat dalam otot. Untuk bekerja dengan baik, otot kita memerlukan sumber energi instan yang dinamakan ATP (adenosin trifosfat) - suatu ikatan fosfat berenergi tinggi. Nah, sumber ATP adalah kreatin fosfat di samping fosforilasi oksidatif yang dalam biokimia dikenal sebagai siklus Krebs.

Karena itu, kita tidak akan heran jika di pasaran MLM atau toko suplemen juga terdapat tablet kreatin fosfat yang sering dalam bentuk kombinasi dengan asam alfa-lipoat dan KH indeks-glisemik tinggi. Suplemen seperti ini sering digunakan oleh atlit jenis olahraga yang memerlukan kerja otot yang berat seperti pelari sprint.

Linford Christie, pemegang medali emas lari 100 meter di Olimpiade Barcellona tahun 1992, merupakan salah seorang pemakai suplemen kreatin fosfat. Lainnya adalah Sally Gunnel, salah seorang pemegang medali emas lari rintangan 400 meter di pesta olimpiade yang sama. Kreatin fosfat tidak dianggap sebagai doping.

Kembali kepada kreatinin yang merupakan hasil pemecahan kreatin fosfat untuk menghasilkan energi otot, kadar kreatinin dalam darah berkisar dalam batas 0,5 - 1,2 mg/dL. Pria memiliki kadar yang lebih tinggi daripada wanita karena massa ototnya lebih besar. Kata kreatinin sebenarnya berasal dari kata Yunani, kreas, yang artinya otot. Kadarnya dalam darah dipertahankan dalam batas-batas di atas oleh ginjal, khususnya penyaringan di glomerulus dan sekresi di tubulus proksimal. Kreatinin jarang diserap kembali di dalam tubulus ginjal.

Keadaan yang menaikkan kadar kreatinin

Ada beberapa keadaan yang disertai peningkatan kadar kreatinin dalam darah, yaitu:

1) Penyakit ginjal kronis yang tentu saja disertai dengan kenaikan kadar kreatinin dalam darah. Tetapi gejala ini biasanya disertai pula peningkatan kadar ureum. Fungsi ginjal ditentukan lewat GFR (glomerular filtration rate) yang dihitung dengan rumus memakai kadar kreatinin dalam darah dan air seni.

2) Pemakaian obat hipertensi seperti kombinasi inhibitor ACE dgn ARB (angiotensin receptor blocker). Karena itu, kedua obat ini biasanya dipakai sendiri atau dalam bentuk kombinasi dgn golongan lain.

3) Aktivitas fisik yang berat apalagi bila disertai cedera otot. Pada keadaan ini, selain kreatinin juga bisa terjadi peningkatan asam urat dan enzim ALT dalam darah. Namun, setelah beristirahat dan terjadi pemulihan otot, biasanya kadar zat-zat tersebut akan kembali normal.

4) Usia lanjut. Ketika manusia mencapai usia lebih dari 70 tahun, semua fungsi organ sudah menurun termasuk fungsi ginjal. Karena itu, kadar kreatinin bisa meninggi pada manula khususnya wanita. Peninggian ini umumnya disertai pula dengan kenaikan kadar asam urat dan ALT, enzim yang bukan hanya diproduksi oleh sel hati yang mengalami peradangan tetapi juga oleh sel otot yang aus atau rusak. Hanya saja, kenaikan ALT karena deplesi protein dari otot tidak akan sampai 3 kali lipat nilai normalnya seperti terjadi pada peradangan hati.

dr Andry Hartono, DAN.SpGK
Klinik MCU dan Gizi Medik
RS Panti Rapih
Jl Cik di Tiro 30 Yogyakarta

 

Komentar  

 
-1 #3 Dr Suharnadi SpPD 2010-08-28 00:44
Penurunan fungsi kreatinin menggambarkan penurunan fungsi ginjal karena GFR (glomerular filtration rate; kecepatan penyaringan glomerulus) diukur berdasarkan klirens kreatinin (creatinine clearance) atau kemampuan ginjal membersihkan kreatinin dari dalam tubuh.

Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan kenaikan kadar kreatinin yang menandakan nefropati diabetes, suatu komplikasi penyakit gula yang ditakuti karena satu-satunya terapi untuk nefropati ini adalah renal replacement (penggantian ginjal) lewat cuci darah atau pencangkokan ginjal. Biasanya terapi renal replacement dilakukan ketika GFR sudah di bawah 15%. Keadaan ini dinamakan penyakit ginjal tahap-akhir/end-stage renal disease yang juga dikenal dengan sebutan gagal ginjal kronis).

Dr Suharnadi SpPD
Quote
 
 
-1 #2 dr. Andry Hartono, SpGK 2010-08-26 05:36
Quoting Sari:
Apakah kenaikan kadar kreatinin sll mjd indikasi adanya gagal ginjal?Ayah sy mmpunyai kadar kreatinin 1.9 saat tjd serangan hypertensi (namun tdk smp stroke krn segera ditangani)..selisih -/+ 1 mngguan trkena DM (322)....Trakhir periksa lab..kadar kreatininnya mjd 2.4...
Bgmn nih dok?Apakah menurunkannya cukup dg mngurangi asupan protein?
Terima kasih..


Jika ureum atau BUN turut meningkat selain kenaikan kadar kreatinin dan asam urat, semua tanda ini menunjukkan penurunan fungsi glomerulus (saringan) ginjal seperti terjadi pada penyakit ginjal kronis.

Jika hanya kreatinin atau asam urat yang meningkat, tanda-tanda ini belum menunjukkan penurunan fungsi glomerulus apalagi kalau dalam pemeriksaan ulang, kadar kreatinin atau asam urat menurun. Kedua keadaan terakhir ini biasanya menunjukkan keausan dan kerusakan pada organ tubuh, khususnya otot, atau juga dapat terjadi karena asupan makanan yang kaya akan kreatinin dan purin (sumber asam urat) seperti daging merah atau kaldunya.

Karena itu penyebab kerusakan organ, termasuk ginjal, harus diatasi. Seperti misalnya hipertensi harus diobati dengan obat penurun TD yang tepat bagi ginjal atau organ yang terganggu.

Kadar gula darah (GD) yang tinggi juga harus dikendalikan karena reaksi glikosilasi akibat kenaikan kadar GD akan merusak protein dalam organ-organ tubuh seperti protein sel darah merah (hemoglobin) dan pembuluh darah (kolagen, elastin). Karena sebagian besar obat penurun gula juga dapat mempengaruhi fungsi ginjal, dokter akan memilih jenis yang tepat atau kalau perlu menggunakan insulin untuk mengendalikan gula darah.

dr Andry H
Quote
 
 
-1 #1 Sari 2010-08-15 23:28
Apakah kenaikan kadar kreatinin sll mjd indikasi adanya gagal ginjal?Ayah sy mmpunyai kadar kreatinin 1.9 saat tjd serangan hypertensi (namun tdk smp stroke krn segera ditangani)..selisih -/+ 1 mngguan trkena DM (322)....Trakhir periksa lab..kadar kreatininnya mjd 2.4...
Bgmn nih dok?Apakah menurunkannya cukup dg mngurangi asupan protein?
Terima kasih..
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Iklan
Iklan

Polling

Menurut Anda bagaimanakah pelayanan di RS Panti Rapih?
 
Iklan

Katering Gizi

Iklan

Rumah Sakit Panti Rapih, Rumah Sakit Yogyakarta, Rumah Sakit Jogja, Rumah Sakit Terbaik Yogyakarta, Rumah Sakit Unggulan Indonesia, Rumah Sakit Terbaik Indonesia, Peringkat Rumah Sakit Terbaik Yogyakarta, Peringkat Rumah Sakit Terbaik Indonesia, Rumah Sakit Panti Rapih, Sahabat Untuk Hidup Sehat, Bedah Urologi terbaik Indonesia, Bedah Urologi Terbaik Jawa, Bedah Urologi Terbaik Yogyakarta dan Jawa Tengah, Bedah Tulang Ortopedi terbaik Indonesia, Bedah Tulang Ortopedi Terbaik Jawa, Bedah Tulang Ortopedi Terbaik Yogyakarta dan Jawa Tengah, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik Yogyakarta, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik Indonesia, Rumah Sakit Murah, Rumah Sakit dengan Pelayanan Terbaik, Rumah Sakit Yogyakarta Pelayanan Terbaik, Rumah Sakit Keluarga, Rumah Sakit Tipe A, Rumah Sakit Terakreditasi A, Rumah Sakit Unggulan Masyarakat, Rumah Sakit Unggulan Masyarakat Indonesia, Rumah Sakit Unggulan Yogyakarta, Onder de Bogen