Ortopedik & Traumatologi

RS Panti Rapih melayani penggantian sendi lutut dan pinggul, pelurusan tulang belakang, serta peyambungan tulang.

Urologi

Unit bedah urologi melayani tembak batu ginjal dengan ESWL dan penanganan batu ginjal dengan metode PCNL.

Kesehatan Ibu dan Anak

Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak bertujuan untuk mengoptimalkan luaran ibu dan bayi dengan pengamatan kehamilan berkelanjutan untuk mencapai “Healthy Mother and Healthy Baby”

Poliklinik Lukas

Merupakan Poliklinik perjanjian dengan pelayanan eksekutif dan one stop service.

Dermatitis Kontak
AddThis Social Bookmark Button

Belakangan ini banyak pasien datang ke rumah sakit dengan gejala ruam kemerahan seperti luka lecet yang disertai keluhan rasa panas dan perih atau gatal. Ruam ini terjadi setempat pada kulit dan kadang-kadang menyebar hingga timbul bercak merah pada beberapa bagian tubuh seperti lengan, leher dll.


Dokter mendiagnosis keadaan ini sebagai dermatitis kontak (DK). DK merupakan reaksi kulit terhadap sesuatu seperti alergen atau iritan. Jika terasa panas dan perih, penyebabnya iritan misalnya zat kimia seperti deterjen atau terpentin. Jika ada rasa gatalnya, penyebabnya alergen misalnya serangga atau tanaman (toksikodendron). Orang awam sering menyebutnya luka karena dikencingi coro (lipas kecil).

Berbeda dengan biduran (urtikaria) yang muncul dan hilang dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam, DK memerlukan waktu beberapa hari sebelum gejala tsb menghilang. Hilangnya keluhan dan gejala terjadi ketika alergen atau iritan sudah tidak mengenai kulit lagi. Kalau tidak, akan terjadi DK yang kronis.

Umumnya DK diobati dengan kombinasi krim steroid untuk mengurangi reaksi inflamasi (merah, nyeri dan bengkak) dan krim antibiotik untuk mencegah infeksi bakteri. Pada keadaan yang berat, dokter juga meresepkan obat minum kortikosteroid seperti metilprednisolon dan antihistamin seperti loratadin atau cetirizin.

Kendati kelihatannya mengerikan terutama kalau ruamnya luas dan mengenai beberapa tempat, DK akan sembuh sendiri ketika kulit sudah tidak terkena alergen atau iritan.

dr. Andry Hartono

 

Add comment


Security code
Refresh

Utama MENU

AddThis Social Bookmark Button