Ortopedik & Traumatologi

RS Panti Rapih melayani penggantian sendi lutut dan pinggul, pelurusan tulang belakang, serta peyambungan tulang.

Urologi

Unit bedah urologi melayani tembak batu ginjal dengan ESWL dan penanganan batu ginjal dengan metode PCNL.

Kesehatan Ibu dan Anak

Pelayanan yang bertujuan untuk mengoptimalkan luaran ibu dan bayi dengan pengamatan kehamilan berkelanjutan untuk mencapai “Healthy Mother and Healthy Baby”

testing testing
Preservasi Fertilitas pada Pria

priaSekitar 15% pasangan di dunia mengalami infertilitas. Infertilitas pada pasangan dapat terjadi karena tiga faktor. Sebanyak 1/3 dipengaruhi oleh faktor pria, 1/3 faktor wanita, dan 1/3 lainnya diakibatkan karena gabungan dari faktor pria dan wanita. Masalah gaya hidup seperti merokok dan obesitas dapat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan secara umum. Nutrisi juga memiliki pengaruh besar terhadap fertilitas pada pria. Saat ini, preservasi fertilitas dianggap sebagai pelayanan esensial di dunia medis diakibatkan karena perubahan sosial yang mengacu pada pernikahan di usia tua dan diikuti dengan perkembangan teknologi dalam pengobatan kanker dan cryobiology. Kanker sudah menjadi situasi yang signifikan dengan preservasi fertilitas nerupakan prosedur yang esensial. Data demografis global dan data epidemiologi menunjukkan peningkatan pada prevalensi kanker, dengan perkiraan 20 juta kasus kanker baru setiap tahunnya pada 2025.

Fertilitas masih menjadi masalah utama dalam kualitas hidup pada penderita kanker dengan usia muda. Dengan demikian, kebutuhan preservasi fertilitas menjadi krusial sekarang karena peningkatan kelangsungan hidup kanker dalam jangka panjang. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa 5 tahun tingkat kelangsungan hidup relatif untuk semua kanker sekarang mendekati 70% untuk dewasa dan >80% untuk anak-anak.

Gaya Hidup, Fertilitas dan Penanganan Infertilitas

A. Aktivitas yang mempengaruhi suhu testis

Pada manusia dan mayoritas mamalia, spermatogenesis merupakan proses yang bergantung pada suhu, yaitu 2 – 8°C di bawah suhu tubuh. Beberapa faktor eksternal seperti postur duduk, baju, gaya hidup, penggunaan laptop, menonton televisi, bermain video games, dan lain sebagainya yang berakibat pada peningkatan suhu testis dan gangguan fertilitas.

radiasi sperma

B. Merokok

Merokok diketahui menurunkan kapasitas antioksidan dari tubuh manusia, sehingga menurukan proteksi terhadap berbagai gangguan yang mungkin terhadap sistem reproduksi. Benzo(a)pyrene, merupakan karsinogen mutagenik yang mempengaruhi meiosis pada ovarium dan testis, mempengaruhi parameter semen pada dosis tertentu, jumlah oosit yang berakibat pada menopause dini, menghambat perkembangan embrio setelah fertilisasi, dan meningkatkan risiko kanker pada anak-anak.

C. Alkohol

Konsumsi alkohol sedang (40 – 80 gram atau 3,5 – 7 minum per hari) akan berakibat pada gangguan ringan dari maturasi sperma. Pada pecandu alkohol yang belum terdapat kerusakan liver berat ditemukan adanya penurunan jumlah sperma pada 40% kasus, bentuk sperma abnormal pada 45% kasus, dan gangguan motilitas sperma pada 50% kasus.

D. Stres

Stres yang persisten dapat berakibat pada aktivasi terus menerus dari sistem saraf simpatis yang menghasilkan perubahan pada aksis hipotalamus-pituitari-gonadal yang mempengaruhi spermatogenesis. Stres juga berakibat pada peningkatan produksi Reactive Oxygen Species (ROS) yang menyebabkan kerusakan pada sel sperma dan berakibat pada peningkatan produksi sperma abnormal dengan motilitas dan potensi fertilitas yang buruk.

E. Penanganan Infertilitas

Manusia dianugerahi karunia prokreasi, namun umumnya individu tidak memikirkan tentang fertilitas, sampai individu tersebut berpikir untuk memulai sebuah keluarga. Tingkat fertilitas yang terus menurun terbukti dengan kecenderungan kualitas air mani yang berbanding terbalik dengan peningkatan frekuensi kasus infertilitas dalam beberapa tahun terakhir. Etiologi dalam sejumlah besar kasus infertilitas masih belum diketahui. Tingkat fertilitas yang kurang baik di awal kehidupan cenderung menjadi infertil lebih cepat dari kebanyakan orang pada umumnya. Seseorang harus merawat fertilitas sejak awal kehidupan dan bahkan setelah selesai dengan program keluarga berencana dengan beberapa hal seperti berikut.

• Menghindari paparan radiasi
• Menghindari paparan panas pada testis
• Mengurangi stres
• Berhenti merokok dan konsumsi alkohol
• Melakukan olahraga intensitas ringan-sedang
• Mengikuti jam biologis
• Diet yang seimbang dan bergizi
• Koitus secara teratur
• Program keluarga berencana

Oncofertility: Mempertahankan Fertilitas pada Pasien Kanker

Pada kelompok ini, masalah kualitas hidup secara umum dan mempertahankan fertilitas menjadi penting. Pasien kanker secara tidak langsung telah kehilangan fertilitasnya karena modalitas konvensional pengobatan kanker seperti kemoterapi dan terapi radiasi cenderung memiliki efek merusak pada fungsi reproduksi baik pria maupun wanita. Oncofertility adalah disiplin ilmu yang berkembang di persimpangan onkologi dan kedokteran reproduksi.

Ruang lingkup oncofertility bertindak sebagai penghubung antara kedokteran reproduksi dan onkologi dengan tujuan memungkinkan fertilitas di masa depan bagi para penyintas kanker, oncofertility bertujuan untuk memperluas pilihan pelestarian fertilitas pada pasien. Kolaborasi di antara beragam spesialisasi klinis untuk mengasimilasi ilmu reproduksi, konseling sosial dan keluarga dan manajemen fertilitas setelah pengobatan kanker dan perluasan kesadaran tentang oncofertility.

Proses spermatogenesis melibatkan populasi sel yang cepat membelah, dan itu membuatnya sangat rentan terhadap efek sitotoksik obat kemoterapi yang dapat menyebabkan fibrosis interstisial dan hyalinisasi di dalam jaringan testis. Agen alkilasi seperti siklofosfamid dan cis-platinum memiliki gonadotoksisitas tertinggi dengan risiko terburuk menjadi azoospermia yang berkepanjangan. Efek gonadotoksik kemoterapi tergantung pada usia pasien, jenis obat yang digunakan dan dosis yang diberikan.

Radiasi dapat menyebabkan kerusakan testis primer jika diberikan langsung ke testis atau ketika terpapar sebagian radiasi dari jaringan yang dalam pengobatan terapi radiasi, infertilitas biasanya disebabkan oleh kerusakan pada epitel germinal. Spermatogonia sangat sensitif terhadap efek radiasi, dan bahkan dosis serendah 4-6 Gy dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sel germinal. Kerusakan testis sekunder dapat menjadi konsekuensi dari radiasi ke otak di mana terjadi kerusakan akibat radiasi pada kelenjar pituitari yang menghambat produksi LH dan FSH. Hambatan produksi LH dan FSH akan mengarah ke gangguan spermatogenesis.

Prosedur bedah yang melibatkan organ genitourinaria menyebabkan gangguan fertilitas. Prosedur bedah tertentu di panggul atau retroperitoneum seperti diseksi kelenjar getah bening retroperitoneal dapat merusak saraf panggul dan menyebabkan ejakulasi atau ejakulasi retrograde.

Peran Oncofertility

Oncofertility dapat memainkan peran pada tahapan yang berbeda selama manajemen kanker pada pasien.

A. Tahap diagnosis
Kepastian bahwa pasien memiliki pilihan untuk mempertahankan fertilitas dan konseling untuk pasien mengenai pilihan mempertahankan fertilitas dapat memberikan penghiburan kepada pasien dan membantunya dalam membuat keputusan dengan implikasi yang luas.

B. Tahap perawatan
Fertilitas sulit untuk ditangani begitu pengobatan untuk kanker dimulai. Namun demikian, konseling tentang opsi yang tersedia dan memberikan dukungan psikologis dapat meringankan kekhawatiran pasien dan keluarga mereka tentang masalah fertilitas sampai batas tertentu.

C. Fase penyembuhan
Selain jenis pengobatan kanker, status fertilitas pre-terapi memainkan peran penting dalam memprediksi pemulihan sperma di masa depan. Tim oncofertility dapat memainkan peran penting dalam konseling, penentuan prognosis dan membimbing pasien secara realistis tentang prospek fertilitas mereka.

Pilihan untuk Preservasi Fertilitas pada Pria dengan Kanker

Pilihan preservasi fertilitas untuk pria yang dijadwalkan akan menjalani terapi kanker yang bersifat gonadotoksik yaitu kriopreservasi sperma, ekstraksi sperma dari testis dan penggunaan pelindung gonad untuk melindungi gonad selama terapi radiasi.

 

Male Alur

Cryopreservation

A. Pengambilan sampel sperma
Pengambilan sampel sperma dilakukan dengan masturbasi. Periode pantangan yang optimal adalah 3-5 hari dan penggunaan pelumas harus dihindari. Pada pasien dengan azoospermia obstruktif atau non-obstruktif, teknik pengambilan menggunakan aspirasi sperma testis (TESA), ekstraksi sperma testis (TESE), aspirasi sperma epididimis mikroskopis (MESA), aspirasi sperma epididimis perkutan (PESA), mikro-TESE dan aspirasi sperma testis dengan fine needle.

B. Preparasi sperma
Persiapan sperma sebelum kriopreservasi melibatkan pengangkatan plasma seminal dan peningkatan sampel. Sperma isolasi hasil kriopreservasi dengan teknik swim up. Teknik lain dapat berupa pemilahan sel yang diaktifkan secara magnetik (MACS), yang memanfaatkan mikroba annexin untuk immunolabel dan menghilangkan spermatozoa apoptosis.

C. Preparasi medium
Persiapan media penyangga krioprotektif sperma adalah komponen vital dari kriopreservasi sperma dan memiliki pengaruh langsung terhadap keberhasilan pembekuan spermatozoa. Krioprotektan yang paling sering digunakan untuk kriopreservasi sperma adalah gliserol. Meskipun semua cryomedia memerlukan gliserol krioprotektan, gliserol itu sendiri dapat merusak spermatozoa manusia. Hal ini diperlukan untuk menjaga konsentrasi gliserol akhir dalam campuran sperma di bawah 7,5% dan untuk meminimalkan kontak sperma dengan gliserol dengan memulai proses pendinginan/pembekuan segera dan dengan pencucian segera setelah pencairan.

D. Pengemasan
Kemasan merupakan komponen yang penting dari kriopresipitasi. Kemasan terbaik yang tersedia saat ini adalah dalam bentuk sedotan yang memastikan pendinginan yang homogen, penyegelan efektif dengan menyolder di kedua ujungnya dan pengisian yang lebih mudah dengan menggunakan nosel steril yang juga menghindari kontaminasi.

E. Proses pembekuan
Dua metode yang paling umum digunakan untuk pembekuan sperma adalah tingkat pembekuan terkontrol (pembekuan lambat) dan metode pendinginan uap statis (pembekuan cepat). Pembekuan lambat dan terkendali, juga disebut sebagai metode Cleveland Clinic Foundation (CCF), sedangkan teknik pembekuan cepat, juga disebut sebagai metode Irvine Scientific (IS).

F. Penyimpanan
Penyimpanan sperma kriopreservasi secara konvensional dilakukan dalam medium nitrogen cair pada –196°C. Namun, sperma kriopreservasi dapat disimpan dalam penyimpanan pada suhu yang lebih tinggi untuk jangka waktu pendek seperti yang dilakukan oleh beberapa fasilitas bank donor sperma untuk penyimpanan selama transit pada −79 hingga −80 °C dalam dry ice.

Fungsi Sperma dengan Cryopreservation

Parameter sperma awal sebelum pembekuan memainkan peran penting dalam menentukan efek kriopreservasi pada karakteristik sperma. Misalnya, sebanyak 30-60% pasien dengan keganasan testis mungkin memiliki gangguan parameter sperma pada awal. Demikian pula, pasien dengan kanker lain seperti penyakit Hodgkin juga dapat mengalami gangguan spermatogenesis sebelum memulai terapi. Namun, stadium kanker tampaknya tidak mempengaruhi parameter sperma. Gangguan spermatogenesis pada awal seharusnya tidak menghalangi kriopreservasi sperma karena teknik ART seperti IVF / ICSI mungkin berhasil bahkan dengan sperma berkualitas baik yang soliter.

jadwal dr danny wiguna

 

Informasi Dokter

TELAH BERGABUNG
DI RS PANTI RAPIH

Dr. dr. Heru Pradjatmo, M.Kes., Sp.OG(K)Onk

Dokter Spesialis Kandungan

Jadwal Praktek

Senin pukul 16:00 - 18:00

Rabu pukul 16:00 - 18:00

Jumat pukul 07:00 - 08:00

Ruang 312 - Lantai 3 Rawat Jalan

Iklan

Pendaftaran Online

Iklan

Informasi Kamar

Iklan

Polling

Menurut Anda bagaimanakah pelayanan di RS Panti Rapih?
 

Katering Gizi

Iklan
Iklan
Iklan

Rumah Sakit Panti Rapih, Rumah Sakit Yogyakarta, Rumah Sakit Jogja, Rumah Sakit Terbaik Yogyakarta, Rumah Sakit Unggulan Indonesia, Rumah Sakit Terbaik Indonesia, Peringkat Rumah Sakit Terbaik Yogyakarta, Peringkat Rumah Sakit Terbaik Indonesia, Rumah Sakit Panti Rapih, Sahabat Untuk Hidup Sehat, Bedah Urologi terbaik Indonesia, Bedah Urologi Terbaik Jawa, Bedah Urologi Terbaik Yogyakarta dan Jawa Tengah, Bedah Tulang Ortopedi terbaik Indonesia, Bedah Tulang Ortopedi Terbaik Jawa, Bedah Tulang Ortopedi Terbaik Yogyakarta dan Jawa Tengah, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik Yogyakarta, Rumah Sakit Klinik Ibu dan Anak Terbaik Indonesia, Rumah Sakit Murah, Rumah Sakit dengan Pelayanan Terbaik, Rumah Sakit Yogyakarta Pelayanan Terbaik, Rumah Sakit Keluarga, Rumah Sakit Tipe A, Rumah Sakit Terakreditasi A, Rumah Sakit Unggulan Masyarakat, Rumah Sakit Unggulan Masyarakat Indonesia, Rumah Sakit Unggulan Yogyakarta, Onder de Bogen

www.pantirapih.or.id